[PR] ESET LIBATKAN StopBadware- HARVARD UNIVERSITY untuk JAGAT MAYA yang LEBIH AMAN

Reading time:
July 17, 2012
badware

Jakarta 16 Juli 2012, Menciptakan dan menjaga dunia maya menjadi lebih aman, perlu kerjasama erat berbagai pihak dan melaksanakan perannya masing-masing. Internet aman juga menjadi harapan banyak orang. ESET sebagai produsen solusi keamanan, kali ini bekerja sama dengan sebuah lembaga non-profit.

StopBadware, sebuah organisasi non-profit, yang berfokus pada pencegahan, mitigasi, dan remediasi pada situs yang terkena badware, serta memberikan proteksi pada user dan institusi-institusi melalui penyediaan informasi real time, analisis, virus, spyware, scareware, dan jenis badware lainnnya.

“Kerjasama dengan StopBadware, akan menjadi peluang bagi ESET dalam menjangkau pihak lain yang bekerja dibidang keamanan, secara lebih luas, dan bertukar informasi dengan institusi penyedia solusi keamanan. Selain itu, juga bisa memberikan solusi efektif untuk keamanan kepada user, edukasi, penyediaan informasi tentang modus dan pola infiltrasi”,

Demikian disampaikan oleh Peter Stancik, ESET Security Evangelist.

Kata Badware sendiri merujuk pada perangkat lunak yang keberadaannya sangat tidak diinginkan karena mengganggu kinerja komputer. Beberapa jenis badware dibuat dengan tujuan kejahatan, tujuan politis, atau hanya untuk kenakalan saja. Secara  spesifik tujuan tersebut mengarah pada:

  • Mencuri nomor rekening bank, password, dokumen rahasia perusahaan dan informasi rahasia lainnya.
  • Mengelabui pengguna untuk membeli produk yang tidak dibutuhkan.
  • Mengirim e-mail sampah (spam);
  • Menyerang komputer maupun jaringan lain.
  • Menyebar luaskan lebih banyak badware

Jenis-jenis badware juga merujuk ke malware, virus, trojan, rootkit, spam bot, dan varian lainnya.

Meski tidak semua badware ditujukan dengan niat jahat, tetapi badware tetap harus dihindari, karena saat ini garis pemisah antara perangkat lunak yang benar-benar jahat dan software yang tidak ditujukan untuk kejahatan semakin tidak jelas. Pembuat software seharusnya menghindari posisi ketidak jelasan tersebut dengan memberikan pesan agar user terhindar dari infiltrasi malware.

StopBadware, awalnya adalah sebuah proyek pengembangan yang dilakukan di Berkman Center for Internet & Society, Harvard University. Hingga saat ini masih menjadi satu-satunya organisasi non profit yang didedikasikan untuk melindungi masyarakat dari situs-situs perantara penyebaran malware. Lembaga tersebut juga bertujuan membangun jaring pengaman dengan cara melindungi dan mengedukasi masyarakat tentang badware. Beberapa perusahaan yang bergerak di bidang keamanan internet termasuk ESET telah bergabung untuk memberi dukungan penuh terhadap upaya yang dilakukan oleh StopBadware.

“StopBadware menyambut baik kerjasama dengan perusahaan sekaliber ESET dalam program ini, kehandalan dan pengalaman panjang yang dimiliki oleh ESET hingga menguasai kemampuan teknis dalam memerangi badware secara proaktif akan melengkapi kolaborasi yang akan mendorong pengembangan ekosistem dunia maya yang lebih aman secara luas,” demikian dikatakan oleh Caitlin Condon dari StopBadware.

Bagaimana di Indonesia? Chrissie Maryanto, Marketing Director PT Prosperita-ESET Indonesia menyatakan bahwa ESET Indonesia memberikan dukungan penuh pada proses pendidikan, penelitian akademis, pengetahuan mendalam untuk industri antivirus agar memperkaya program dan pemahaman tentang Badware. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen ESET dalam bidang pendidikan masyarakat terkait dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap keamanan internet. “Pada saatnya nanti diharapkan bisa tercipta VIRUS FREE ZONE di lingkungan kampus maupun di perkantoran,” demikian Chrissie menutup penjelasannya.

Share

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…
October 26, 2026 - 0

Review Infinix XBOOK 14 Neo: Laptop 2026 yang Terjangkau, Ringan, dng Warna Bodi Ceria

Laptop dengan nama “NEO” ini ternyata harganya mulai dari 7…
October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…

Gaming

October 30, 2026 - 0

GTA 6 Dikabarkan Butuh Download 210 GB di PS5

GTA 6 dikabarkan akan meminta pemainnya untuk mengunduh file data…
October 30, 2026 - 0

Razer Hadirkan Reclusa Mini 65%, Keyboard Ringkas Dengan Magnetic Switch

Razer Reclusa Mini tampil sebagai keyboard gaming berskala 65% dengan…
October 30, 2026 - 0

ASUS Rilis ROG Swift OLED PG259QWS Ace & Strix OLED XG259QWPG Ace

ASUS ROG merilis monitor gaming kelas OLED 720Hz dan 540Hz…
October 30, 2026 - 0

Sony Hadirkan Cover Transparan Prism Collection Untuk DualSense & PS5

Sony merilis cover transparan bernama Prism Collection untuk DualSense dan…