Apa Itu 5G SA? Pengertian dan Cara Kerjanya

Author
Deliusno
Reading time:
November 6, 2026

Apa itu 5G SA? Setelah membahas 5G NSA, di artikel ini kita akan mengenal arsitektur lain bernama 5G SA. Perbedaan utamanya terletak pada penggunaan jaringan inti 4G atau 5G. Berbeda dengan 5G NSA yang masih bergantung dengan infrastruktur inti jaringan 4G LTE, 5G SA sudah menggunakan inti jaringan 5G secara mandiri.

Lantas apa itu 5G SA? Apa kelebihannya? Simak terus artikel ini hingga kelar untuk menemukan jawabannya ya!

Apa Itu 5G SA?

apa itu 5g sa

SA merupakan kependekan dari Standalone. Jika diterjemahkan secara harfiah, artinya berdiri sendiri. Karena itu, 5G SA adalah arsitektur jaringan 5G yang beroperasi secara mandiri menggunakan 5G New Radio (NR) dan 5G Core. Artinya, tanpa bergantung sama sekali ke infrastruktur jaringan 4G sebagai jangkar koneksi.

Satu hal yang harus ditekankan, SA merupakan arsitektur jaringan, bukan generasi jaringan baru. Ia bukan 5.1G atau 5.5G. Pada dasarnya, 5G SA merupakan teknis operator dalam menghadirkan generasi seluler kelima ke pengguna.

Baca Juga: Apa Itu 5G NSA? Pengertian dan Cara Kerjanya

Bagaimana Cara Kerja 5G SA?

apa itu 5g nsa

Pada jaringan 5G SA, smartphone yang kompatibel akan terhubung ke jaringan melalui teknologi radio 5G NR. Koneksi tersebut kemudian dikelola langsung oleh 5G Core.

5G Core memiliki sejumlah fungsi penting untuk mengatur koneksi perangkat, autentikasi pengguna, pengelolaan mobilitas, hingga lalu lintas data. Dengan begitu, proses komunikasi antara perangkat dan jaringan operator bisa dilakukan tanpa harus melewati 4G Core.

Berbeda dengan 5G NSA yang menggunakan kombinasi jaringan 4G LTE dan 5G NR, 5G SA menggunakan jaringan inti 5G secara mandiri. Inilah yang membuat operator bisa memanfaatkan fitur-fitur yang dirancang khusus untuk arsitektur 5G.

Dari sisi pengguna, sebenarnya kita tidak perlu mengatur apakah hape akan menggunakan jaringan 5G SA atau NSA. Pemilihan arsitektur tersebut dilakukan oleh jaringan operator berdasarkan konfigurasi dan dukungan perangkat.

Namun, tidak semua hape 5G otomatis mendukung 5G SA. Perangkat harus memiliki modem yang kompatibel, mendukung pita frekuensi yang digunakan operator, serta mendapatkan dukungan perangkat lunak yang sesuai. Jadi, meskipun sebuah hape sudah mendukung jaringan 5G, belum tentu perangkat tersebut bisa mengakses layanan 5G SA.

Umumnya, modem 5G pada smartphone keluaran terbaru sudah mendukung arsitektur SA maupun NSA. Namun, dukungan modem saja belum cukup. Produsen juga perlu menyediakan konfigurasi perangkat lunak yang sesuai, sementara operator harus sudah mengaktifkan layanan 5G SA di wilayah pengguna.

Apa Saja Kemampuan 5G SA?

apa itu 5g fwa

Penggunaan 5G Core memungkinkan operator memanfaatkan berbagai kemampuan jaringan 5G secara lebih menyeluruh. Salah satunya adalah Network Slicing, yaitu teknologi yang memungkinkan operator membagi satu infrastruktur jaringan fisik menjadi beberapa jaringan virtual dengan karakteristik berbeda. Misalnya, jaringan khusus dengan bandwidth tinggi untuk siaran video atau jaringan yang dioptimalkan untuk latensi rendah.

5G SA juga mendukung pengembangan jaringan dengan latensi lebih rendah melalui integrasi teknologi seperti Multi-access Edge Computing (MEC). Teknologi ini memungkinkan pemrosesan data dilakukan lebih dekat dengan pengguna, sehingga cocok untuk kebutuhan seperti otomasi industri dan kendali mesin jarak jauh. Selain itu, 5G SA mendukung Voice over New Radio (VoNR) untuk panggilan suara melalui jaringan 5G, serta berbagai kebutuhan konektivitas Internet of Things (IoT).

Apakah 5G SA Sudah Digunakan di Indonesia?

kenapa 5g kadang lebih lambat dari 4g

Ya, 5G SA sudah mulai dimanfaatkan di Indonesia. Salah satu implementasi awalnya dilakukan oleh Telkomsel pada Agustus 2024, bertepatan dengan perayaan HUT ke-79 Republik Indonesia.

Saat itu, Telkomsel menghadirkan pemanfaatan jaringan 5G SA di tiga wilayah, yaitu Ibu Kota Nusantara (IKN), Bali, dan Maluku Utara. Implementasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan sejumlah vendor teknologi, termasuk Ericsson, Huawei, dan ZTE.

Di IKN, jaringan 5G SA dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan, seperti 5G Live Broadcast, konektivitas IKN Smart City Command Center, dan penggunaan Smart Glasses. Teknologi ini juga digunakan untuk mendukung siaran langsung rangkaian upacara kemerdekaan di IKN.

Sementara itu, di Bali, Telkomsel menghadirkan solusi pelabuhan pintar di Pelabuhan Benoa. Salah satu pemanfaatannya adalah penggunaan teknologi AI untuk membantu pengawasan area pelabuhan secara real-time.

Adapun di Maluku Utara, jaringan 5G SA dimanfaatkan untuk mendukung penggunaan 5G Smart Helmet bagi para pekerja di Halmahera. Perangkat ini memungkinkan pekerja berkomunikasi dengan pusat komando, mengirimkan video secara langsung, serta mendapatkan peringatan jika terdeteksi potensi bahaya.

Baca Juga: 5G vs 5G+: Apa Bedanya?

Kesimpulan

5G SA merupakan arsitektur jaringan 5G yang menggunakan teknologi radio 5G New Radio (NR) dan jaringan inti 5G Core secara mandiri. Berbeda dengan 5G NSA, arsitektur ini tidak lagi bergantung pada jaringan inti 4G LTE sebagai jangkar koneksi.

Penggunaan 5G SA memungkinkan operator memanfaatkan berbagai kemampuan jaringan 5G secara lebih menyeluruh. Beberapa di antaranya adalah Network Slicing, dukungan latensi rendah, VoNR, hingga konektivitas untuk berbagai perangkat IoT.

Di Indonesia sendiri, 5G SA sudah mulai dimanfaatkan oleh Telkomsel untuk mendukung berbagai kebutuhan industri di IKN, Bali, dan Maluku Utara. Namun, implementasi tersebut belum berarti layanan 5G SA sudah tersedia secara luas untuk seluruh pengguna smartphone.

Jadi, 5G SA bukan sekadar jaringan 5G dengan kecepatan internet lebih tinggi. Arsitektur ini juga menjadi fondasi untuk menghadirkan berbagai layanan baru yang membutuhkan konektivitas lebih fleksibel, responsif, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna maupun industri.

Share
Tags:

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

November 5, 2026 - 0

Review ASUS Vivobook S14 (S5452MA) 2026: Laptop “Wildcat Lake” Terbaik?

Ini Laptop “Intel Core Series 3” terbaik dan terkencang saat…
October 29, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 5i Gen 10: Laptop Gaming Premium dengan RAM 32 GB Paling Worth It?

Ini adalah laptop High Performance kelas atas yang super worth…
October 28, 2026 - 0

Review HP Omnibook Ultra 14 (2026): Super Tipis, Desain Mewah, Performa Maksimal

Ini adalah laptop kelas premium dari HP yang beneran mewah!…

Gaming

November 6, 2026 - 0

God of War Laufey Tunda Tanggal Rilis Hingga Mei 2027

Santa Monica Studio resmi menunda rilis God of War Laufey…
November 6, 2026 - 0

Honkai: Nexus Anima Buka Pendaftaran Final Closed Beta

HoYoverse mulai membukan pendaftaran untuk Final Closed Beta Honkai: Nexus…
November 6, 2026 - 0

PSVR2 Dikabarkan Mulai Menghilang di Pasaran

Ketersediaan PSVR2 di pasaran tampak mulai alami kelangkaan, setelah Sony…
November 6, 2026 - 0

AOC Umumkan Monitor Dual Mode OLED Agon Ultra AGP277UZD

AOC AGON Ultra AGP277UZD hadir dengan panel Tandem WOLED dengan…