Salah Jawab, Chatbot AI Bard Rugikan Google 100 Miliar Dolar AS

Author
Mahfud
Reading time:
February 14, 2023

Google baru-baru ini mengumumkan Bard yang ditujukan untuk jadi pesaing ChatGPT dari OpenAI. Namun, chatbot AI milik Google tersebut malah membuat rugi lebih dari  100 miliar dolar AS setelah salah memberikan jawaban dalam demo pertamanya.

Salah Jawab, Chatbot AI Bard Rugikan Google 100 Miliar Dolar AS

Tepatnya setelah Microsoft menggelar acara live-demo dari Bing berbasis ChatGPT, Google memposting sebuah GIF di Twitter untuk menunjukkan kemampuan dari Bard, yang diumumkan sehari sebelumnya. Postingan tersebut menyoroti bagaimana Bard bisa menjawab pertanyaan dari sebuah topik yang kompleks.

Bard diminta untuk menjelaskan penemuan dari James Webb Space Telescope (teleskop ruang angkasa) ke anak berusia 9 tahun. Sang AI memberikan rangkuman dengan dua jawaban benar, akan tetapi Bard membuat kesalahan fatal pada poin terakhir dengan mengklaim bahwa James Web Space Telescope jadi yang pertama mengambil gambar planet di luar tata surya kita.

Baca Juga: Cegah Teroris Sushi, Resto Ini Bakal Pasang Kamera dan AI • Jagat Review

Pada faktanya, Very Large Telescope dari European Southern Observatory yang pertama kali mengambil gambar dari planet di luar tata surya bumi pada 2004. Itu bahkan jauh sebelum James Webb Space Telescope tadi ditemukan yakni pada 2021.

Kesalahan tersebut mungkin hanya jadi bahan candaan dan meme di media sosial, tapi begitu kabar itu ramai, harga saham Alphabet – induk perusahaan Google – dilaporkan merosot hingga 8%. Persentase tersebut memiliki nilai valuasi pasar lebih dari 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp1,5 triliun.

Perilisan Bard Dianggap Terburu-buru

Banyak yang meyakini bahwa Bard sebenarnya belum siap dirilis. Bahkan, dikabarkan para pegawai Google kesal bagaimana CEO mereka, Sundar Pichai, mendesak untuk segera merilisnya. Bagaimana tidak, Google sepertinya sangat khawatir dunia AI akan dikuasai oleh OpenAI jika mereka tidak cepat-cepat memberikan respon.

Terlepas dari kesalahan fatal yang merugikan Google hingga miliaran dolar AS tadi, sejatinya ChatGPT-pun juga sama saja terkadang memberi informasi yang tidak akurat, mengingat AI tersebut hanya mengambil informasi dari jagat internet untuk kemudian diolah. Pastinya, baik Google maupun OpenAI bakal terus meningkatkan teknologi AI mereka masing-masing seiring berjalannya waktu, termasuk soal verifikasi data yang digunakan.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…