NostalGame: Brigadine – Legend of Forsena

Reading time:
July 15, 2011
Brigadine 4

Setiap genre yang beragam di dalam dunia game memang menghasilkan pengalaman uniknya masing-masing. Action dan Platform menyediakan lompatan adrenalin sepanjang permainan, RPG memberikan pengalaman keterlibatan dan plot yang memesona, Sport dan racing menghadirkan suasana yang kompetitif, dan akhirnya strategi muncul sebagai genre yang membutuhkan kemampuan organisasi dan intelegensi. Setiap orang memang memiliki rujukan genre favoritnya masing-masing, namun jika berhubungan dengan game berkualitas, fanatisme ini seakan runtuh. Salah satu bukti yang paling nyata adalah Brigadine  – Legend of Forsena.

Saya sendiri tidak terlalu yakin bahwa sebagian besar gamer yang membaca artikel ini pernah memainkan Brigadine sebelumnya. Dirlis di masa kejayaan Playstation zaman dahulu, game buatan Atlus ini memang harus diakui tampil sebagai salah satu game strategi terbaik. Mengusung pertarungan dalam skala masif dan berbagai elemen yang membutuhkan pemikiran panjang, Brigadine menjadi game yang sangat adiktif. Seperti memainkan sebuah catur kompleks dalam visualisasi yang epik.

Pada awalnya, Brigadine memang tidak mampu menarik perhatian saya bermain. Kesan pertama yang dihasilkan cukup buruk, setidaknya jika dibandingkan dengan game-game RPG dan action yang saya mainkan ketika itu. Bujukan seorang teman di masa sekolah tingkat pertama dulu lah yang kemudian membawa saya untuk menelesuri game ini lebih jauh. Setidaknya hingga saya menyadari bahwa Brigadine tampil jauh lebih baik dan dalam dibandingkan cover luarnya saja. Game seperti inilah yang seharusnya lebih banyak dikembangkan developer masa kini. Kompleks, gameplay menarik, dan adiktif.

Plot

Brigadine 3

Cerita memang memainkan peranan yang penting untuk menentukan kualitas sebuah game, sesuatu yang tidak diragukan lagi. Namun ketika Anda masih berada di masa remaja dan terpacu oleh rasa penasaran untuk memainkan sebuah game, saya yakin plot menjadi tidak terlalu berguna. Anda akan menekan skip secepatnya untuk setiap text bar yang keluar. Setidaknya itu yang saya lakukan ketika pertama kali memainkan game ini dulunya. Yang ada di otak hanyalah keinginan untuk berperang, saat ini juga.

Brigadine 5

Jika Anda menilik lebih dalam, Brigadine – Legend of Forsena ini sebenarnya memiliki plot politik dan konspirasi yang cukup kuat sebagai latar belakang. Hasutan Cador “Death Knight” kepada Zemeckis – Jenderal tertinggi pasukan Kerajaan Almekia-lah yang memulai semua kekacauan di dunia ini. Zemeckis yang diyakinkan bahwa ia sedang menghadapi tuntutan pengkhianatan oleh raja, marah, dan memutuskan untuk melakukan kudeta. Raja Henguist tewas dalam upaya ini, sedangkan sang putra mahkota – Lance melarikan diri ke Kerajaan Padstow bersama dengan pasukan yang masih loyal. Hal inilah yang kemudian memicu pertempuran besar di Forsena.

Ada kurang lebih 6 negara yang dapat dipilih dan digunakan untuk mendominasi Forsena: New Almekia, Caerleon, Norgard, Iscallo, Leonia, dan Egares Empire (dengan cheat tertentu). Masing-masing kerajaan ini tentu saja memiliki hero dan spesialisasinya masing-masing. Salah satu hal yang cukup menarik adalah bahwa posisi kerajaan juga sangat berpengaruh terhadap mudah atau sulitnya dominasi ini dilakukan.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…

Gaming

April 29, 2026 - 0

ARC Raiders Tambahkan Upgrade Visual PSSR Untuk Pemain PS5 Pro

ARC Raiders tambahkan dukungan upgrade PSSR di PS5 Pro lewat…
April 29, 2026 - 0

Resident Evil Requiem Siapkan Mini Game Bertema Pertarungan

Capcom beri konfirmasi bahwa mini game Resident Evil Requiem sudah…
April 28, 2026 - 0

Alasan Steam Controller Rilis Mendahului Steam Machine

Valve akhirnya buka suara soal alasan mengapa mereka merilis Steam…
April 28, 2026 - 0

Ubisoft Montpellier Buka Rekrutmen Untuk Proyek Game Baru

Ubisoft Montpellier membuka lowongan untuk proyek game baru misterius berbasis…