Peneliti Temukan Solar Panel Jenis Baru, Diklaim Jauh Lebih Efisien
Peneliti dari Institut de Ciències Fotòniques (ICFO) menemukan solusi baru untuk meningkatkan efisiensi solar panel hingga berpotensi mencapai sekitar 43%. Angka ini jauh melampaui batas teoritis panel surya konvensional berbasis satu lapisan sel, yakni sekitar 33,16%. Temuan tersebut menawarkan cara baru untuk mengurangi energi matahari yang terbuang selama proses pembangkitan listrik.
Atasi Energi yang Terbuang sebagai Cahaya
Selama ini, pengembangan panel surya banyak berfokus mengurangi energi yang hilang dalam bentuk panas. Namun, ada faktor lain yang juga membatasi efisiensinya, yaitu Boltzmann loss, ketika sebagian energi dilepaskan kembali sebagai cahaya. Peneliti ICFO mencoba mengatasi masalah tersebut dengan membatasi arah cahaya yang dipancarkan sel surya.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Energy & Environmental Science, tim menggunakan sel surya organik sebagai bahan percobaan. Mereka mengganti elektroda depan berbahan indium tin oxide dengan lapisan perak tipis, kemudian mengubah struktur sel menjadi semacam rongga optik. Modifikasi ini membuat sel tetap bisa menyerap cahaya matahari, tetapi mengurangi emisi cahaya ke berbagai arah.
Dalam pengujian awal, pendekatan tersebut berhasil meningkatkan efisiensi sel surya sekitar 0,85 poin persentase. Meski peningkatannya masih tergolong kecil, hasil ini menjadi bukti bahwa pengendalian emisi cahaya bisa membantu meningkatkan efisiensi melampaui batas teoritis konvensional. Peneliti juga menyebut prinsip tersebut berpotensi diterapkan pada berbagai jenis sel fotovoltaik, bukan hanya material organik.
Baca Juga: TSMC Pertimbangkan Produksi 3D DRAM, Didukung NVIDIA! • Jagat Review
Jika berhasil dikembangkan lebih lanjut, teknologi ini berpeluang meningkatkan efisiensi solar panel komersial yang saat ini umumnya berada di kisaran 20–23%. Namun, temuan tersebut masih berada pada tahap penelitian dan belum siap diterapkan pada produk konsumen. Jadi, kita masih perlu menunggu sebelum teknologi ini benar-benar hadir di solar panel yang dijual di pasaran.











