LOGO
,

Film-Film Terbaik di 2012 (Part 1)

Part: 1 2

Tampaknya Hollywood memang tidak pernah kekurangan film-film berkualitas. Tahun 2012 sendiri dibanjiri beragam film yang memuaskan hasrat para penggemar film. Namun, film apa saja yang bisa dianggap terbaik dalam genre-nya masing-masing? Berikut daftar film terbaik di tahun 2012 menurut kami!

Film sci-fi terbaik

Sebagai situs yang mengedepankan informasi mengenai perkembangan teknologi, science-fiction merupakan genre film yang penting bagi kami. Menentukan film apa yang patut mendapat predikat sebagai film sci-fi terbaik tahun ini pun bukan hal yang mudah. Tentunya film pertama yang muncul dalam benak adalah Prometheus. Efek visual yang memukau dan cerita yang berhubungan erat dengan franchise Alien berhasil menarik perhatian para penggemar. Sayangnya, cerita yang diusung sangat membingungkan.

Maka dari itu, gelar film sci-fi terbaik tahun ini jatuh kepada Looper. Penulis naskah dan sutradara Rian Johnson mampu menggabungkan tema penjelajahan waktu, pembunuh bayaran, dan kekuatan super dalam kemasan yang indah. Memang secara visual film ini tidak mampu bersaing dengan Prometheus, tetapi misteri yang menghiasi plotnya lebih menghibur dan tidak membingungkan.

Film fantasi terbaik

Dari segi kualitas cerita The Hobbit memang tidak sebanding dengan Lord of the Rings. Namun, dibanding film fantasi lain yang muncul tahun ini, rasanya tidak ada yang sebanding dengan kualitas yang disuguhkan Peter Jackson dalam mahakarya terbarunya, The Hobbit: An Unexpected Journey. Efek visual yang begitu memukau, tampilan karakter dan performa para aktor yang jitu, serta kedekatan hubungan dengan trilogi LOTR sulit diabaikan.

Film laga terbaik

The Expendables 2 tampaknya tidak memiliki pesaing yang berarti dalam kategori ini, bahkan dalam tahun yang dibanjiri film-film seperti Contraband, Stolen, The Double, Dredd, dan Battleship. Dari jajaran legenda film laga yang menghiasi daftar pemain dalam film ini, adegan tembak-tembakan penuh ledakan dan darah menghiasi film dari adegan pertama, hingga rangkaian klise film laga klasik, antara lain plot yang dangkal, tema balas dendam, dan dialog yang minim, cukup untuk mengalahkan semua pesaing dalam kategori ini. Memang  ada beberapa hal yang cukup disayangkan, seperti minimnya penampilan Jet Li, pertarungan antara Sylvester Stallone dan Jean Claude Van Damme yang kurang menggigit, serta peran Scott Adkins yang kurang dalam. Namun, secara keseluruhan film inilah yang memiliki darah action paling kental dibanding yang lainnya.

Film horror terbaik

Rasa takut merupakan kunci penting dalam sebuah film horror. Tidak jarang Hollywood menggunakan adegan-adegan penyiksaan dan mutilasi untuk memunculkan efek tersebut. Namun, bagi pencinta film horror Asia, makhluk halus dan okultisme merupakan senjata yang lebih jitu. Itulah yang berhasil dimunculkan dalam film The Woman in Black. Mengambil latar di tahun 1800-an, film ini menceritakan tentang pengalaman Arthur Kipps (Daniel Radcliffe) di Eel Marsh House yang menjadi tempat tinggal sesosok wanita berbaju hitam yang meneror seisi kota. Namun, tampilan rumah a la 1800-an yang dihuni sesosok hantu yang mengerikan menurut kami masih kalah dibanding Paranormal Activity 3. Meskipun pertama kali dirilis di Amerika Serikat pada tahun 2011, film ini baru menyambangi Indonesia pada awal tahun ini. Itu dan kenyataan bahwa film ini merupakan yang terbaik dalam franchise Paranormal Activity membuatnya masih pantas bersaing dalam kategori ini. Di sini pula untuk pertama kalinya dijelaskan dan diperlihatkan dari mana semua gangguan supranatural yang dirasakan oleh sang karakter utama, Katie, dan adiknya, Kristi.

 

Film drama terbaik

Jika Anda membaca review film kami akhir-akhir ini, tentu sudah tahu film apa yang menyandang gelar ini. The Impossible, film drama yang digarap berdasarkan kisah nyata sebuah keluarga dalam menghadapi tsunami di Thailand pada 2004, mampu mengubah studio bioskop menjadi festival tangisan. Kisahnya yang mengharukan mengedepankan nilai-nilai cinta yang mendorong keluarga Belon untuk bertahan hidup dan mencari satu sama lain.

Cerita yang kuat dalam The Impossible didukung oleh kemampuan setiap pemain dalam memerankan masing-masing karakter, terutama dua pemeran utama Ewan McGregor (The Man Who Stare at Goats) dan Naomi Watts (Dream House). Tata rias dan efek visualnya pun membawa penonton menyelami siksaan yang dirasakan keluarga Belon dan korban-korban lain dalam bencana alam tersebut.

Film komedi terbaik

Sekitar delapan tahun lalu, Adam Sandler merupakan salah satu nama yang muncul ketika berbicara mengenai film komedi terbaik. Film-film seperti 50 First Date, Anger Management, dan Big Daddy masih mampu mengocok perut kita. Namun, semakin lama, setiap lelucon dan plot yang disuguhkan dalam film-film komedinya terasa hambar. Grown Ups, Jack and Jill, bahkan Hotel Transylvania pun memunculkan efek tersebut.

Menariknya, justru Channing Tatum yang berhasil membintangi film komedi yang benar-benar lucu dan menghibur, yaitu 21 Jump Street. Film ini membuktikan bahwa Tatum tidak hanya mampu memerankan tipe karakter berekspresi datar dalam genre laga dan drama. Bersama Jonah Hill (Superbad), Ice Cube (Barbershop), dan Rob Riggle (Nature Calls), mereka berhasil mengeksekusi lelucon-lelucon sederhana yang mengundang gelak tawa.

Part: 1 2
Random Articles
Back to Top