[PR] ASUS Meluncurkan Kartu Grafis GTX 560 DirectCU II Top
ASUS Meluncurkan Kartu Grafis GTX 560 DirectCU II Top
Kartu grafis yang telah dioverclock menjadi 925MHz dan dilengkapi DirectCU II yang telah meraih penghargaan

ASUS meluncurkan kartu grafis GTX 560 DirectCU II TOP berbasis NVIDIA® GTX 560, GPU bertenaga yang telah lebih dulu dirilis tahun ini. ASUS GTX 560 DirectCU II TOP telah di-overclock sebelumnya, dan dikombinasikan dengan fitur-fitur eksklusif seperti solusi pendingin DirectCU II dan teknologi Super Alloy Power. Dengan keunggulannya tersebut, GTX 560 DirectCU II TOP memang dirancang untuk menghasilkan kemampuan maksimal, memungkinkan pengguna untuk menikmati pengalaman bermain game yang menakjubkan.
ASUS ENGTX560 DCII TOP/2DI/1GD5 Dioverclock Menjadi 925MHz, 115MHz Lebih Cepat Dibanding Kartu Grafis Referensi
ASUS GTX 560 DirectCU II TOP hadir dengan overclock dari pabrik pada 925MHz, 115MHz lebih cepat dibandingkan kartu grafis referensi, menghasilkan kinerja lebih baik, serta dilengkapi dengan memori 1GB GDDR5 yang berlimpah. Para overclocker yang ingin memaksimalkan kartu grafisnya juga dapat memanfaatkan utilitas eksklusif Voltage Tweak dari ASUS untuk meningkatkan kinerja hingga 50% lebih cepat.
Tetap Dingin Saat Beraksi
Dengan desain pada DirectCU II yang menggunakan kipas ganda dan heatpipe dari tembaga yang bersentuhan langsung dengan GPU, memungkinkan GTX 560 DirectCU II TOP dapat memindahkan panas 20% lebih efisien, untuk kemudian dilepaskan dengan bantuan dua kipas berukuran besar untuk proses pendinginannya. Desain penggunaan kipas ganda yang efisien menghasilkan aliran udara dua kali lebih banyak dibandingkan desain yang menggunakan kipas tunggal. Desain ini secara efektif melepaskan panas yang dihasilkan, memastikan kartu grafis tetap dingin dan hening.
Distribusi Daya Lebih Efisien dengan Super Alloy Power
GTX 560 DirectCU II TOP menggunakan komponen dengan teknologi Super Alloy Power, terbuat dari campuran logam dengan formulasi khusus untuk meningkatkan efisiensi daya. Teknologi ini memungkinkan peningkatan kinerja sebanyak 15%, sekaligus mengurangi suhu operasional hingga 35°C, sehingga secara keseluruhan dapat memperpanjang umur teknis hingga 2,5 kali.
















